Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
China Hadapi Tarif Dasar AS Sebesar 145%, Namun 245% Untuk Beberapa Barang
Thursday, 17 April 2025 07:18 WIB | ECONOMY |ECONOMIC

Pemerintahan Trump mengonfirmasi pada Rabu pagi bahwa tarif dasar untuk produk yang diimpor ke AS dari China tetap sebesar 145%, setelah lembar fakta yang dirilis sebelumnya menyebabkan kebingungan di jam-jam Asia.

Gedung Putih, dalam lembar fakta tentang mineral penting yang dirilis Selasa sore waktu Washington (Rabu dini hari di Asia) menyertakan bahasa yang mengatakan China "sekarang menghadapi tarif hingga 245% untuk impor ke Amerika Serikat sebagai akibat dari tindakan pembalasannya." Bahasa itu diambil oleh beberapa media Asia dan analis pasar yang berbasis di Asia yang, pada jam-jam Washington semalam, membingkainya sebagai eskalasi dalam perang dagang yang sedang berlangsung.

Namun bukan itu yang dikatakan Gedung Putih yang dikomunikasikannya. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa tarif dasar untuk sebagian besar produk dari Tiongkok tetap sebesar 145% ” 20% untuk pungutan yang menyebutkan fentanil, ditambah 125% untuk pungutan "timbal balik" dan tarif pembalasan Presiden Donald Trump setelah Tiongkok sendiri membalas tindakan presiden tersebut.

Angka 245% hanyalah sebuah perhitungan. Misalnya, beberapa produk, seperti kendaraan listrik, sudah menghadapi tarif 100% sebelum Trump menjabat. Tambahkan itu ke tarif dasar presiden sebesar 145% untuk Tiongkok, dan Anda mendapatkan 245%.

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS